Welcome to PMR SMAN1P's blog

Hello Comments Hi5
Go to homepage
Welcome to Red Cross Youth Porong Senior High School's Blog. St.Bhayangkari 12 Porong, Sidoarjo, East Java. e-mail : Pmrwirasman1porong@yahoo.co.id
Photobucket
Tampilkan postingan dengan label PP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Agustus 2010

Perdarahan dan Syok

Perdarahan

Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh ruda paksa (trauma) atau penyakit.

Klasifikasi sumber perdarahan / golongan perdarahan

1.      Perdarahan nadi (arteri)
Darah yang berasal dari pembuluh nadi keluar memancar keluar sesuai dengan denyutan nadi dan berwarna merah terang.

2.      Perdarahan balik (vena)
Darah yang keluar dari pembuluh balik, mengalir, berwarna merah gelap.

3.      Perdarahan rambut (kapiler)
Berasal dari pembuluh kapiler, darah yang keluar merembes perlahan.











Jenis-jenis perdarahan

1. Perdarahan luar
Perdarahan yang tampak / terlihat jelas keluar dari luka terbuka.

2. Perdarahan dalam
Perdarahan dalam, biasanya tak terlihat dan kulit tidak tampak rusak. Kadang - kadang terlihat berada di bawah permukaan kulit tanpa memar.

Waspadai adanya perdarahan dalam, bila terjadi :




















  • Luka tusuk
  • Darah atau cairan keluar dari telinga atau hidung
  • Muntah atau batuk darah
  • Memar luas pada batang tubuh
  • Luka tembus dada atau perut
  • Nyeri tekan, kaku atau kejang pada dinding perut
  • Buang air kecil atau besar berdarah
Penanganan

A. Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan :

-       Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban
-       Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan
-       Cucilah tangan segera setelah selesai merawat
-       Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.


B. Mengendalikan perdarahan luar

1.      Tekan langsung
Tekan bagian yang berdarah tepat di atas luka, umumnya perdarahan akan berhenti setelah 5-15 menit. Bila belum berhenti dapat ditambah penutup lain, tanpa melepas penutup pertama.

2. Elevasi ( Tinggikan posisi luka dan lakukan bersamaan dengan tekanan langsung ).

3. Tekan pada titik tekan
Arteri Brakialis (pembulu nadi di lengan atas) Arteri Femoralis (pembuluh nadi di lipat paha)

Perawatan perdarahan
1. Pada perdarahan besar :
a)      Jangan buang waktu hanya untuk mencari penutup luka
b)      Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan)
c)      Pertahankan dan tekan cukup kuat
d)     Rawat luka setelah perdarahan terkendali

2. Pada perdarahan ringan atau terkendali :
  • Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
  • Tekan sampai perdarahan terkendali
  • Pertahankan penutup luka dan balut
  • Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama
3. Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam :
a)      Baringkan dan istrihatkan penderita
b)      Buka jalan napas dan pertahankan
c)      Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi
d)     Perawatan syok bila terjadi syok atau diduga akan terjadi syok
e)      Jangan beri makan dan minum
f)       Rawatlah cedera berat lainnya bila ada
g)      Bila ada berikan oksigen
h)      Rujuk ke fasilitas kesehatan

Perlu diingat :
Penanganan perdarahan berarti mengendalikan perdarahan, bukan berarti menghentikan perdarahan sama sekali.

Syok
Syok terjadi bila sistem peredaran darah (sirkulasi) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke organ vital (terutama otak, jantung dan paru – paru).

 Penyebab
1.      Kegagalan jantung memompa darah
2.      Kehilangan darah dalam jumlah besar
3.      Pelebaran (dilatasi) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat mengisinya dengan baik
4.      Kekurangan cairan tubuh yang banyak misalnya diare

Tanda
a)      Pernapasan            : cepat dan dangkal
b)      Nadi                      : cepat dan lemah
c)      Kulit                      : pucat, dingin dan lembab
d)     Wajah                    : pucat, sianosis pada bibir, lidah dan cuping telinga
e)      Mata                      : pandangan hampa, pupil melebar

Gejala
a.       Mual dan mungkin muntah
b.      Haus
c.       Lemah
d.      Pusing
e.       Gelisah dan takut mati

Penanganan syok :
1.      Bawa penderita ke tempat teduh dan aman
2.      Tidurkan terlentang, tungkai ditinggikan 20 - 30 cm bila tidak ada kecurigaan patah tulang belakang atau patah tungkai. Bila menggunakan papan spinal atau tandu maka angkat bagian kaki
3.      Pakaian penderita dilonggarkan
4.      Cegah kehilangan panas tubuh dengan beri selimut
5.      Tenangkan penderita
6.      Pastikan jalan napas dan pernapasan baik
7.      Kontrol perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada
8.      Bila ada berikan oksigen sesuai protokol
9.      Jangan beri makan dan minum
10.  Periksa berkala tanda vital secara berkala
11.  Rujuk ke fasilitas kesehatan

Lanjut membaca “Perdarahan dan Syok”  »»

Rabu, 25 Agustus 2010

Penilaian Penderita

Pelaku pertolongan pertama harus menilai penderita dan kaadaannya sedemikian rupa sehingga dapat melakukan penatalaksanaan penderita dengan baik.
Langkah - langkah penilaian adalah sebagai berikut :

A.    Penilaian Keadaan
Pada saat penolong mencapai tempat kejadian sebelum melakukan sesuatu hendaknya dilakukan penilaian keadaan terlebih dahulu, ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang kejadian yang sedang dihadapi, faktor-faktor yang akan mendukung atau  menghambat pertolongan pertama.

1.      Bagaimana kondisi saat itu
Apa yang sedang dihadapi, berapa jumlah korban, bagaimana mekanisme kecelakaannya, bagaimana keamanan lingkungannya, rencana pertolongannya, apa saja yang bisa dimanfaatkan saat itu.

2.      Kemungkinan apa saja yang akan terjadi
Bahaya apa yang mungkin terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung bagi penolong, penderita, dan orang - orang yang berada di sekitar kejadian, misalnya kemungkinan ledakan, hubungan pendek arus listrik, tanah longsor, perkelahian, kebakaran, dll.

3.      Bagaimana mengatasinya
Penolong melakukan langkah - langkah untuk mengamankan keadaan atau ancaman bahaya dan menentukan tindakan pengamanan bila sesuatu terjadi. Cara - cara mengatasi keadaan secara sederhana dan cepat sehingga bantuan pertolongan tidak akan mengalami kesulitan.

INGAT!!! AMANKAN DIRI SENDIRI TERLEBIH DAHULU

Di lokasi
Pada saat tiba di lokasi kejadian penolong harus :
  1. Memastikan keselamatan penolong, penderita dan orang-orang di sekitar kejadian.
  2. Penolong harus memperkenalkan diri.
  3. Menentukan keadaan umum kejadian, memulai melakukan penilaian dini penderita.
  4. Mengenali dan mengatasi gangguan / cidera yang mengancam nyawa.
  5. Stabilkan penderita dan teruskan pemantauan.
  6. Minta bantuan.

B. Penilaian Dini
Pada tahap ini penolong harus mengenali dan mengatasi keadaan yang dapat mengancam nyawa penderita dengan cara yang tepat, cepat dan sederhana.

Langkah - langkah penilaian dini :

1.      Kesan umum
Tentukan terlebih dahulu penderita adalah kasus trauma atau kasus medis. Kasus trauma adalah kasus yang biasanya disebabkan oleh suatu ruda paksa/ trauma yang jelas terlihat, tidak jelas terlihat, dan atau teraba, misalnya kasus perdarahan,luka terbuka,  patah tulang, penurunan kesadaran.
Kasus medis adalah kasus yang diderita oleh seseorang tanpa ada riwayat ruda paksa, misalnya sesak nafas, nyeri dada dan lain - lain.

2.      Pemeriksaan respon
Untuk menentukan tingkat respon seseorang penderita berdasarkan rangsangan yang diberikan penolong ada empat tingkatan :
a.      A  =  Awas
Penderita sadar dan mengenali keberadaannya lingkungan serta waktu.
b.   S   =  Suara
Penderita hanya menjawab / bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara.
c.   N   =  Nyeri
Penderita hanya bereaksi terhadap rangsangan nyeri yang diberikan penolong, misalnya dicubit, ditekan pada titik tulang dada.
d.  T    =  Tidak Respon
Penderita tidak bereaksi terhadap rangsangan apapun yang diberikan oleh penolong.

3. Memastikan jalan nafas terbuka dengan baik
Cara menentukan keadaan jalan nafas tergantung dari keadaan penderita apakah ada respon atau tidak.
a.  Pasien dengan respon baik
Perhatikan pada saat penderita menjawab pertanyaan penolong. Adakah gangguan dari suara atau gangguan berbicara.
b.  Pasien yang tidak respon
Bila penderita tidak menderita / cidera spinal gunakan teknik angkat dagu tekan dahi. Sebaliknya bila ada kecurigaan maka gunakan teknik perasat pendorongan rahang bawah.

4.      Penilaian pernafasan
Periksa ada tidaknya nafas dengan cara lihat, dengar, dan rasakan selama 3-5 detik. Ini bertujuan apakah nafas penderita cukup untuk dapat mempertahankan hidupnya, bila ternyata penderita tidak bernafas maka segera lakukan nafas buatan.

5.      Menilai sirkulasi dan menghentikan perdarahan berat

Menilai sirkulasi
1. Penderita respon, periksalah nadi radial (pergelangan tangan), pada bayi periksalah pada nadi brakial (bagian dalam lengan atas).

2. Penderita tidak respon, periksalah nadi karotis (leher) selama lima sampai 10 detik. Bila tidak ada nadi segera mulai tindakan resusitasi jantung paru.
           
Jangan terpaku pada cidera yang terlihat pastikan dahulu bahwa tidak ada perdarahan yang mengancam nyawa termasuk perdarahan yang tidak terlihat.

6.      Hubungi bantuan
Apabila dirasakan perlu segera minta bantuan rujukan, pesan yang disampaikan harus singkat, jelas dan lengkap.
Penilaian dini harus diselesaikan dan semua keadaan yang mengancam nyawa sudah harus ditanggulangi sebelum pemeriksaan fisik.
Dalam penilaian dini perlu dipertimbangkan prioritas transportasi penderita, apakah harus sesegera mungkin atau dapat ditunda.



TANDA VITAL
Parameter yang dikelompokan dalam tanda vital adalah :
                                                                                     
Frekuensi Pernafasan Normal
Bayi
25 - 50 x / menit
Anak
15 - 30 x / menit
Dewasa
12 - 20 x / menit
Denyut Nadi Normal
Bayi
120 - 150 x / menit
Anak
80 - 150 x / menit
Dewasa
60 - 90 x / menit





  • Pemeriksaan denyut nadi dapat diperiksa di :
-      Leher (pembuluh nadi karotis)
-       Lengan atas (nadi brakialis)
-       Pergelangan tangan (nadi radialis)
-       Lipatan paha (nadi pemoralis)

Pemeriksaan denyut nadi dilaksanakan selama 15 detik hasilnya dikalikan 4 untuk mendapatkan nadi permenit.

Pemeriksaan suhu tubuh
Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data mengenai suhu relatif saja dengan perabaan menggunakan punggung tangan, kelembapan kulit juga harus dinilai.

A.    Riwayat Penderita
Untuk menentukan riwayat penderita harus diadakan wawancara baik dengan penderita keluarga atau saksi mata. Riwayat penyakit ini sangat penting terutama pada kasus medis.

Untuk   memudahkan   mendata   riwayat   penderita   dikenal   dengan istilah
                      K-O-M-P-A-K.
K   = Keluhan utama (gejala dan tanda)
O   = Obat - obatan yang diminum ataupun yang belum
M = Makanan / minuman yang terakhir dimakan / diminum
P    = Penyakit yang diderita
A   = Alergi yang dialami
K   = Kejadian
B. Pelaporan
Semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan dilaporkan secara singkat dan jelas kepada penolong selanjutnya.
Dalam laporan sebaiknya dicantumkan :
  •  Umur dan jenis kelamin penderita
  • Keluhan utama
  • Tingkat respon
  • Keadaan jalan nafas
  • Pernafasan
  • Sirkulasi
  • Pemeriksaan fisik yang penting
  • KOMPAK yang penting
  • Penata laksanaan
  • Perkembangan lainnya yang dianggap penting.

Lanjut membaca “Penilaian Penderita”  »»

Anatomi Dan Faal Dasar

Seorang penolong pertama tugasnya adalah memberikan pertolongan pada penderita yang sakit atau cedera. Sebelum dapat melakukan perawatan terlebih dahulu harus dilakukan penilaian penderita dengan baik. Penilaian keadaan penderita hasilnya ditentukan berdasarkan pengetahuan penolong mengenai susunan tubuh. Pengetahuan mengenai fungsi dan sistem bagian dan alat tubuh harus diketahui. 
Kemampuan ini tidak saja sangat membantu di lapangan melainkan juga memudahkan komunikasi antar petugas dan fasilitas kesehatan untuk mencegah kesalahpahaman. Dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah anatomi dan fisiologi.

Anatomi ( Susunan Tubuh )
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh.

Fisiologi ( Fungsi Tubuh )
Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) bagian dari alat atau jaringan tubuh.

Posisi Anatomis
Posisi Anatomis yaitu berdiri tegak, kedua lengan disamping tubuh, telapak menghadap ke depan.

Bagian Tubuh
Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi :
  1. Kepala terdiri dari : Tengkorak, wajah dan rahang bawah
  2. Leher
  3. Batang Tubuh, Terdiri dari : Dada, Perut, Punggung dan panggul
  4. Anggota Gerak Atas, Terdiri Dari :
·         Sendi bahu
·         Lengan Atas
·         LenganBawah
·         Siku
·         Lengan Bawah
·         Pergelangan Tangan
·         Tangan
  1. Anggota Gerak Bawah, Terdiri Dari :
·         Sendi Panggul
·         Tungkai atas (paha)
·         Lutut
·         Tungkai Bawah
·         Pergelangan Kaki
·         Kaki

Rongga Tubuh
Terdapat 5 bagian rongga tubuh, yaitu :
  1. Rongga Tengkorak, berisi otak
  2. Rongga Tulang Belakang
  3. Rongga Dada
Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran napas.
  1. Rongga Perut
Terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pankreas, dan lainnya.
  1. Rongga Panggul
Dibentuk oleh tulang-tulang panggul, berisi kandung kemih,sebagian usus besar dan organ reproduksi dalam.

Sistem Tubuh Manusia :
  1. Sistem Rangka (Sekeleton)                 7.   Sistem Pencernaan (Digestif)
  2. Sistem Otot (Muskularis)                    8.   Sistem Kelenjar Buntu (Endokrin)
  3. Sistem Pernapasan (Respirasi)            9.   Sistem Kemih (Urinarius)
  4. Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi)    10. Pancaindera
  5. Sistem Saraf (Nervus)                      11. Sistem Reproduksi
  6. Kulit

Lanjut membaca “Anatomi Dan Faal Dasar”  »»