Welcome to PMR SMAN1P's blog

Hello Comments Hi5
Go to homepage
Welcome to Red Cross Youth Porong Senior High School's Blog. St.Bhayangkari 12 Porong, Sidoarjo, East Java. e-mail : Pmrwirasman1porong@yahoo.co.id
Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Wanita Sering Mimpi Buruk daripada Pria

Mimpi yang bersifat serangan atau kejaran, umumnya dialami sekitar 67%-90% dalam hidup seseorang, dan biasanya 92% mimpi tersebut dialami wanita, sedangkan pria sebanyak 85%. Hal ini biasa terjadi pada wanita karena emosi yang kurang baik, seperti sedih, marah atau ketakutan. Dari semuanya, ketakutan adalah faktor yang paling sering menyebabkan mimpi buruk.

Seperti dilansir dari health24, dr Irshaad Ebrahim, MD MRCPsych, Neuropsychiatrist in Sleep Disorders di the Constantia Sleep Centre mengungkapkan bahwa setiap orang memiliki 100% kemungkinan mengalami mimpi buruk, paling sedikit sekali seumur hidupnya. Menurut Ebrahim, mengungkapkan frekuensi munculnya sebuah mimpi buruk ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia dan jenis kelamin.

Ebrahim menjelaskan dari penelitian mengenai frekuensi mimpi buruk yang dilakukan terhadap anak-anak, orang dewasa baik wanita atau pria, hasilnya menunjukkan bahwa mimpi buruk lebih sering dialami oleh anak-anak dan juga dari golongan wanita.

Namun, jangan dulu panik. Agar tidur tak dihampiri mimpi buruk ada beberapa tips yang patut dicoba.

Bicaralah
Maksudnya yaitu membicarakan masalah yang kita miliki pada orang lain (teman/keluarga), jangan dipendam sendiri agar tidak menjadi gunung masalah yang dapat meletus dalam mimpi kita.

Berolahragalah
Olahraga/fitness yang teratur karena berolahraga dapat melatih otot-otot jantung dan pernafasan sehingga membuat tidur jauh lebih tenang, bahkan kadang tidak bermimpi, yang merupakan tanda bahwa tidur kita nyenyak.

Santai Sejenak
Pergilah ke tempat-tempat menenangkan seperti tempat spa, taman atau pantai yang dapat membuat tubuh dan pikiran lebih santai dan ringan.

Buat Rutinitas Tidur
Cobalah membuat rutinitas tidur yang baik dan benar. Tidurlah pada waktu yang sama tiap malamnya dan bangun pula pada waktu yang sama tiap paginya. Adanya ritme tidur yang teratur dapat membuat tidur lebih nyenyak dan terhindar dari mimpi buruk.

Hindari Obat/Pil Tidur
Sebaiknya jangan meminum obat/pil tidur untuk memaksakan tidur. Hindari pula meminum kopi atau minuman berkafein sebelum tidur karen dapat membuat gelisah ketika tidur.

Cek Kesehatan
Terkadang mimpi buruk muncul karena adanya efek samping dari pengobatan yang sedang dijalani atau obat-obatan tertentu, jadi cobalah pergi ke dokter untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Hindari Alkohol
Mimpi buruk sering terjadi pada seseorang yang sering mengonsumsi alkohol/obat-obat terlarang. Bagi para pecandu sebaiknya berhenti dari sekarang dan carilah seseorang yang dapat membantu.

Lanjut membaca “Wanita Sering Mimpi Buruk daripada Pria”  »»

7 Bahan Makanan Diet

Jika Anda memasukkan makan sehat atau diet sehat dalam daftar resolusi, ada baiknya Anda mulai cermat memilih makanan. Tak sekedar mengurangi porsi dan menolak karbohidrat tetapi juga dalam memilih makanan yang bermanfaat hebat untuk tubuh. Nah, supaya tak penasaran, coba saja intip dulu info berikut ini!

Seperti yang pernah dilansir oleh beberapa ahli nutrisi di dunia, makanan memiliki kontribusi besar pada kesehatan. Karena itu kecermatan dalam memilih bahan makanan termasuk mengolahnya menjadi kunci terpenting dalam nutrisi. Kini orang sudah mulai melatih diri dengan mencari dan memilih bahan makanan yang bermanfaat hebat bagi tubuh. Seperti halnya 7 jenis bahan makanan hebat berikut yang dipilih oleh eatingwell.com.

Minyak Olive: Sejak 40 tahun silam, para peneliti menemukan bahwa kandungan lemak tak jenuh ganda pada minyak olive ini sangat baik untuk jantung.Karena itu sangat dianjurkan untuk mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah. Panelitian terakhir membuktikan minyak olive mengandung pholyphenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Minyak olive bisa dipakai untuk menumis atau sebagai saus salad yang menyehatkan terutama extra virgin olive oil.

Yoghurt: Yoghurt terbuat dari susu sapi segar karena itu sangat kaya akan kalsium yang sangat baik untuk tulang. Kecuali itu bakteri yang ditambahkan dalam yoghurt merupakan bakteri yang sangat baik untuk kesehatan usus. Jika ingin mengurangi lemak bisa mengkonsumsi susu rendah lemak atau tanpa lemak.

Ikan: Berdasarkan berbagai riset ikan laut terutama yang berasal dari laut yang dalam sangat baik untuk kesehatan jantung karena mengandung lemak omega 3. Lemak inilah yang membuat kandungan kolesterol dalam darah tetap stabil. Sebaiknya ikan dipanggang, dikukus atau dipepes agar tidak mengandung lemak tambahan dalam proses pemasakannya.

Cokelat: Cokelat? Tiap orang pasti menyukainya. Cokelat bukan hanya nikmat di lidah tetapi juga sangat baik untuk tubuh kita. Cokelat mengandung flavanol yang sangat baik untuk kinerja pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya tekanan darah tinggi. Carilah cokelat yang tidak terlalu banyak mengandung gula, minimal memiliki 40% kandungan cokelat.

Kacang-kacangan: Kacang-kacangan sejak dahulu sudah menjadi andalan sumber nutrisi untuk para vegetarian. Kacang bukan hanya gurih dan enak tetapi juga mengandung berbagai vitamin, lemak tak jenih dan sejumlah mineral termasuk antioksidan. Selain untuk bahan tambahan, kacang juga bisa langsung sebagai camilan.

Wine: Minuman beralkohol yang ada sejak ribuan tahun silam ini jika diminum dalam takaran yang wajar bisa mencegahpenyakit jantung, diabetes dan penurunan daya ingat.Berdasarkan hasil riset, red wine mengandung resveratrol yang bisa mengaktifkan gen yang menghambat proses penuaan.

Blueberries: Buah berry yang bulat dan berwarna ungu ini sejak tahuan 1999 menjadi populer. Karena riset yang dibuat tentang buah ini telah membuktikan bahwa blueberry bisa memberi efek bagus untuk kesehatan. Terutama kandungan antioksidan yang bisa membuat awet muda dan berjantung sehat.

Lanjut membaca “7 Bahan Makanan Diet”  »»

Senin, 16 Agustus 2010

Strategi Makan pada Bulan Puasa

JAKARTA, KOMPAS.com — Puasa Ramadhan sebagai ibadah banyak manfaatnya bagi kesehatan. Supaya kedua tujuan itu dapat tercapai, perlu pengaturan pola makan secara khusus. Hal ini terutama pada pengaturan asupan gizi saat berbuka dan sahur.

Selama berpuasa, pola makan akan berubah karena hanya diperbolehkan makan saat pagi sebelum terbit fajar dan menjelang malam hari. Lambung dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Umumnya, tubuh memerlukan waktu 3-5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru ini. 

Meski lambung kosong belasan jam, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tubuh akan tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Energi tersebut berasal dari cadangan energi berupa lemak yang tersimpan di bawah kulit serta glikogen yang tersimpan di otot dan hati.  

Dari aspek gizi, puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama energi, sekitar 20-30 persen. Namun, dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh. Bahkan di negara-negara maju, puasa dijadikan salah satu terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif.

Hindari es & balas dendam 
Selama berpuasa terjadi perubahan pola makan dari tiga kali menjadi dua kali sehari dengan jadwal juga berubah. Perubahan frekuensi makan ini akan menurunkan jumlah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, dalam seminggu pertama umumnya akan terjadi penurunan berat badan karena tubuh belum terbiasa dengan pola makan baru. Dalam minggu-minggu berikutnya, tubuh dapat beradaptasi terhadap perubahan.

Puasa yang benar adalah yang memenuhi kaidah agama dan kesehatan. Hal itu antara lain tampak dalam perilaku makan dan minum saat buka dan sahur. Menyegerakan berbuka puasa saat azan maghrib tiba serta menunda sahur hingga mendekati waktu imsak merupakan strategi puasa yang diajarkan Rasulullah SAW. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi dampak kelaparan berkepanjangan terhadap sistem metabolisme tubuh. 

Pada saat berbuka sebaiknya tidak makan dan minum terlampau banyak sebagai tindakan “balas dendam”. Langsung makan makanan berat justru akan membebani kerja lambung yang sudah dibiarkan istirahat sekitar 13 jam. Untuk berbuka puasa, umumnya kita memulai dengan makanan manis-manis, mengikuti sunah Nabi, dengan tujuan agar tubuh segera mendapatkan glukosa untuk menormalkan gula darah yang menurun selama 13 jam berpuasa.

Menu pembuka dapat berupa sirup manis, teh manis, aneka kolak, kurma, dan berbagai makanan jajanan. Makanan dan minuman manis sangat mudah dicerna sehingga segera mengembalikan kesegaran tubuh. Porsi energi saat berbuka sebaiknya sekitar 10-15 persen dari total kebutuhan energi sehari. 

Hindari minum minuman dingin atau yang dicampur es saat berbuka. Es dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi tidak dapat disantap. Akibatnya, hal itu akan mengurangi asupan zat gizi yang sangat diperlukan tubuh untuk memulihkan stamina. 

Makanan lengkap, karbohidrat kompleks 
Setelah melaksanakan shalat maghrib, sekitar 30 menit setelah awal berbuka, makan malam dapat dilakukan seperti biasa. Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi adalah makanan lengkap yang mengandung karbohidrat kompleks. Perolehan energi yang disarankan adalah 30-35 persen dari total kebutuhan energi dalam sehari.  

Seusai shalat tarawih hingga sebelum tidur (sekitar pukul 21.00), konsumsi pangan sumber karbohidrat, tetapi menghindari konsumsi pangan yang mengandung serat dan protein tinggi. Perolehan energi yang disarankan adalah 10-15 persen dari total kebutuhan energi dalam sehari.  

Pada saat sahur tidak disarankan mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan dengan tujuan menabung makanan. Konsumsi berlebihan justru memperburuk kondisi tubuh pada siang hari. 

Makanan sumber karbohidrat kompleks (nasi, jagung, umbi), protein tinggi (susu, telur, ikan, daging merah, daging ayam, tahu, atau tempe,) serta makanan tinggi serat (sayuran dan buah-buahan) sangat baik untuk dikonsumsi sebagai penyedia energi jangka panjang. Perolehan energi yang disarankan adalah 40-45 persen dari total kebutuhan energi sehari. 

Konsumsi cairan dan olahraga 
Selama berpuasa, aturlah agar air yang diminum tetap sekitar 8 gelas per hari, seperti pada hari biasa. Caranya: minumlah 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak. 

Minum air tidak selalu berarti air putih semata, tetapi dapat juga berupa minuman teh, susu, jus buah, koktail buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Jika ada obat-obatan yang harus dikonsumsi, maka perlu dilakukan perubahan jadwal konsumsi. Obat-obatan yang biasanya diminum pagi hari bisa diubah ke waktu berbuka puasa, sedangkan dosis sore dipindahkan ke waktu makan sahur.  Untuk yang gemar berolah raga, perhatikan jadwal yang tepat agar tidak memengaruhi kadar gula sewaktu berpuasa.  

Alternatif waktu terbaik untuk olahraga bukan menjelang waktu berbuka karena kondisi gula darah sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah seusai salat tarawih. Jenis olahraga sebaiknya yang ringan-ringan saja. @

Prof Dr Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi IPB

Lanjut membaca “Strategi Makan pada Bulan Puasa”  »»

Sabtu, 14 Agustus 2010

BAGAIMANA CARA MENGATASI JERAWAT



Jerawat memang tak dapat dipisahkan dari kehidupan remaja. Diperkirakan tiga dari empat remaja memiliki sejumlah jerawat. Seringnya, jerawat menyerang kaum remaja yang sedang dalam masa pubertas. Hal ini disebabkan perubahan hormon selama masa pubertas dapat merangsang kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak) di kulit. Kelenjar sebasea mengeluarkan lemak yang disebut sebum yang berfungsi melumasi rambut dan kulit. Selama masa pubertas, kelenjar sebasea menjadi lebih aktif dan menghasilkan minyak yang berlebihan.

Jerawat dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Terlebih jika jerawat terjadi pada diri seorang remaja. Jerawat sembuh secara perlahan dan ada kemungkinan jika satu jerawat hilang akan muncul jerawat yang lain. Ini membuat mereka yang berjerawat menjadi frustasi. Diperlukan waktu bulanan bahkan tahunan untuk dapat mengatasi jerawat. Jerawat dapat menimbulkan stres dan juga meninggalkan noda bekas jerawat.


Bagaimana Jerawat Terjadi ?
Jerawat terjadi ketika lubang kecil di permukaan kulit yang disebut pori-pori tersumbat. Tiap pori merupakan pembuka kanal yang disebut folikel. Di dalam folikel terdapat rambut dan kelenjar minyak. Secara normal, kelenjar minyak membantu melumasi kulit dan menyingkirkan sel kulit mati. Namun ketika kelenjar tersebut menghasilkan minyak yang berlebihan, pori-pori menjadi tersumbat oleh penumpukan kotoran dan bakteri. Penyumbatan ini disebut sebagai komedo.

Permukaan sumbatan dapat berwarna putih (disebut whiteheads) atau gelap (disebut blackheads). Whiteheads berupa pori yang tersumbat yang tidak mempunyai bukaan, sementara blackheads berupa pori yang terbuka dan mempunyai permukaan gelap. Jika pecah, maka isi yang terkandung di dalamnya termasuk minyak dan bakteri dapat menyebar ke sekeliling dan menyebabkan reaksi peradangan (inflamasi). Jika peradangan terjadi jauh di dalam kulit, jerawat dapat membesar dan mengeras serta terasa sakit yang disebut kista.

Umumnya jerawat dapat muncul di wajah, leher, dada, punggung, dan bahu. Bagian tubuh tersebut merupakan daerah dengan jumlah kelenjar minyak fungsional terbesar.

Diketahui ada 3 faktor yang berperan dalam timbulnya jerawat, yakni produksi minyak yang berlebih (sebum), pengelupasan sel kulit mati yang tidak teratur sehingga dapat mengiritasi folikel di kulit, dan adanya bakteri.

Perubahan hormonal tubuh dapat mencetuskan timbulnya jerawat. Umumnya perubahan hormonal ini terjadi pada remaja (baik anak laki-laki maupun anak perempuan); wanita dan anak perempuan pada 2-7 hari sebelum periode menstruasi; wanita hamil; dan pasien pengguna obat tertentu seperti kortison, steroid, testosteron, estrogen dan fenitoin. Mereka yang disebutkan di atas memiliki faktor risiko untuk mengalami jerawat.

Adapun faktor risiko yang lainnya meliputi kontak langsung dengan produk untuk rambut atau kosmetik yang mengandung minyak; riwayat keluarga berjerawat dimana jika orang tua berjerawat maka anak mungkin akan berjerawat juga; serta adanya friksi atau tekanan pada kulit disebabkan hal tertentu seperti telepon atau telepon selular, helm, kerah baju yang ketat, dan ransel. Penggunaan pil KB dan stres juga dapat memperhebat jerawat di kemudian hari.

Berbeda dengan pemikiran kebanyakan orang, makanan hanya memiliki sedikit pengaruh pada jerawat. Menggosok kulit terlalu keras atau membersihkan kulit dengan sabun atau bahan kimia yang berpotensi mengiritasi kulit dapat membuat jerawat bertambah parah.


Bagaimana Mengatasi Jerawat ?
Berikut perawatan yang dapat dilakukan sendiri untuk mengatasi jerawat yang masih terbilang ringan:

Pastikan faktor-faktor yang memperhebat timbulnya jerawat. Hindari bahan kosmetik yang berminyak atau berlemak, tabir surya, produk pembentuk rambut atau penutup jerawat. Gunakan produk yang berlabel menggunakan bahan dasar air atau nonkomedogenik.

Basuhlah bagian wajah yang bermasalah itu setiap hari dengan pembersih yang secara perlahan akan mengeringkan kulit dan menyebabkan folikel-folikel mengelupas.

Coba losion jerawat yang dijual bebas (mengandung bahan aktif benzoil peroksida, resorsinol atau asam salisilat) untuk mengeringkan kelebihan minyak dan mempercepat pengelupasan.

Terkena paparan sinar matahari ringan dan penggunaan lampu matahari secara hati-hati mungkin bisa menolong. Namun terlampau banyak matahari dapat menyebabkan kerutan dan kanker kulit di kemudian hari.

Jaga agar rambut tetap bersih dan tidak menutupi wajah.

Amati apakah ada tanda-tanda penyebaran infeksi melewati pinggiran jerawat.

Kecuali jelas ada makanan tertentu yang memperhebat jerawat, tidak perlu berhenti mengkonsumsi suatu makanan. Makanan tertentu seperti coklat yang pernah dianggap menimbulkan jerawat, ternyata secara umum bukan biang keladinya.

Jangan menusuk atau memencet jerawat. Tindakan ini dapat menyebabkan infeksi atau menimbulkan bekas.

Umumnya jerawat bukanlah suatu keadaan medis yang serius. Jerawat pada kebanyakan kasus akhirnya akan lenyap dengan sendirinya. Namun jika Anda mengalami jerawat yang menetap atau kista yang telah meradang, segeralah berkonsultasi dengan dermatologis (dokter spesialis kulit) untuk menghindari terjadinya noda bekas jerawat dan kerusakan kulit lebih lanjut.

Jerawat yang membandel harus diatasi segera. Prinsip pengobatan jerawat bekerja dengan cara mengurangi produksi minyak, mempercepat pergantian sel kulit, melawan infeksi bakteri, mengurangi peradangan atau merupakan kombinasi dari keseluruhannya.

Perlu diingat bahwa pengobatan jerawat tidak dapat dilakukan dengan instan. Hasil baru dapat terlihat dalam hitungan minggu, sehingga diperlukan kesabaran dalam mengatasi jerawat.

Dokter akan merekomendasikan obat resep yang digunakan di kulit (topikal) atau diminum (oral). Obat oral untuk jerawat sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan, terutama sepanjang trimester pertama karena dapat berpengaruh terhadap janin.


Jenis Pengobatan Jerawat ?
Pengobatan topikal. Losion jerawat dapat mengurangi minyak, membunuh bakteri dan mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Losion yang dijual bebas umumnya mengandung benzoil peroksida, sulful, resorsinol, asam salisilat atau asam laktat sebagai bahan aktifnya. Produk ini dapat membantu untuk jerawat yang ringan. Jika jerawat tidak merespon pengobatan ini, dokter dapat memberikan losion yang lebih kuat. Tretinoin dan adapalene merupakan contoh obat resep topikal yang merupakan turunan vitamin A. Bekerja dengan mempercepat pengelupasan sel dan mencegah penyumbatan folikel. Antibiotik topikal diperlukan untuk membunuh kelebihan bakteri kulit. Kombinasi terapi kadang diperlukan untuk mendapatkan hasil optimal.

Antibiotik. Untuk jerawat sedang sampai berat, antibiotik oral diperlukan untuk mereduksi bakteri dan melawan peradangan. Mungkin diperlukan antibiotik dalam hitungan bulan atau menggunakan kombinasi dengan produk topikal.

Isotretinoin. Untuk kista yang dalam, antibiotik tidaklah cukup. Isotretinoin merupakan pengobatan yang cukup kuat untuk kista atau jerawat yang tidak merespon pengobatan lain. Obat ini digunakan untuk jerawat yang menjengkelkan. Sangat efektif, namun diperlukan pengawasan dermatologis karena efek sampingnya. Isotretinoin dihubungkan dengan kelahiran cacat, sehingga tidak dapat digunakan oleh wanita hamil dan wanita yang berencana hamil selama perawatan atau beberapa minggu sebelum perawatan berakhir. Isotretinoin dapat meningkatkan trigliserida dan kolesterol dalam darah dan meningkatkan kadar enzim hati. Dilaporkan juga terjadi peradangan usus karena penggunaan isotretinoin.

Kontrasepsi oral. Kontrasepsi oral termasuk kombinasi norgestimate dan etinil estradiol, menunjukkan peningkatan jerawat pada wanita. Kontrasepsi oral dapat menimbulkan efek samping sehingga penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter.

Laser. Laser dapat mencapai bagian lebih dalam dari kulit tanpa merusak permukaan kulit. Laser dapat merusak kelenjar minyak dan menyebabkan minyak yang dihasilkan lebih sedikit. Terapi ini juga dapat meningkatkan tekstur dan mengurangi bekas jerawat, sehingga dapat menjadi terapi yang baik untuk jerawat dan bekas jerawat.

Prosedur kosmetik. Pengelupas kimia dan mikrodermabrasi mungkin membantu untuk mengontrol jerawat. Prosedur konsmetik ini lebih efektif jika dikombinasikan dengan perawatan jerawat yang lain.


Bagaimana Mencegah Jerawat ?
Sekali jerawat menghilang, diperlukan lanjutan perawatan untuk mencegah agar jerawat tidak kembali. Anda dapat mencegah jerawat baru dengan perawatan sendiri, seperti mencuci kulit dengan pembersih yang lembut dan hindari menyentuh area yang berjerawat. Berikut beberapa tips untuk mencegah jerawat:

Cuci daerah yang berpotensi berjerawat dua kali sehari. Dengan mencuci akan memindahkan kelebihan minyak dan sel kulit mati. Namun terlalu banyak mencuci dapat mengiritasi kulit. Cuci dengan menggunakan pembersih yang lembut dan bebas minyak, produk kulit berbahan dasar air.

Gunakan krim atau gel jerawat untuk membantu mengurangi kelebihan minyak. Pilih produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat sebagai bahan aktifnya.

Hindari penggunaan make-up yg berat. Pilih kosmetik tabur yang lebih tidak mengiritasi.

Bersihkan make-up sebelum tidur. Tidur dengan kosmetik di wajah dapat menutup pori-pori. Buang make-up yang telah lama dan bersihkan kuas dan aplikator kosmetik secara teratur dengan air sabun.

Gunakan pakaian yang nyaman. Pakaian yang ketat dapat memerangkap panas dan lembab, sehingga dapat mengiritasi kulit. Jika memungkinkan, hindari tali pengikat yang terlalu rapat, ransel, helm dan alat olahraga yang dapat menimbulkan friksi dengan kulit.

Mandi setelah berolahraga atau bekerja yang mengeluarkan keringat. Ini dilakukan karena minyak dan keringat di kulit dapat menjerat kotoran dan bakteri.



by,
AINUR ROFIQ
PMR WIRA SMAN 1 PORONG

Lanjut membaca “BAGAIMANA CARA MENGATASI JERAWAT”  »»